Mengenali Tanda-Tanda Gangguan Cerna pada Si Kecil

, , No Comments
Mengenali tanda-tanda gangguan cerna pada si kecil
Kesehatan saluran cerna si kecil harus menjadi perhatian khusus bagi para orang tua. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang diterima tubuh. Hal ini tentu berhubungan erat dengan sistem pencernaan pada anak. Jika terjadi gangguan maka nutrisi yang didapat pun juga tidak bisa maksimal.

Gangguan pencernaan pada anak juga bisa menyebabkan anak merasa tidak nyaman. Hal ini tentu saja akan sangat mengganggu aktivitas anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang seharusnya bisa ceria melakukan aktivitas menjadi tidak bersemangat karena merasakan tidak nyaman pada tubuhnya.

Sebagai orang tua tentu harus sigap menghadapi gangguan kesehatan pada anak. Agar anak tidak merasa semakin terganggu, maka orang tua perlu cerdas mengawasi kondisi kesehatan anak. Agar gangguan pencernaan pada anak bisa segera diatasi maka orang tua harus bisa mengenali tanda-tandanya sedini mungkin.

Mengenali Gangguan Saluran Cerna Anak

Berikut tanda-tanda anak menderita gangguan saluran pencernaan :

1. Kolik

Kolik merupakan kondisi dimana anak rewel dan menangis. Kondisi ini terjadi setiap hari tanpa penyebab yang jelas. Pada dasarnya kolik memang sering terjadi pada anak-anak dan dianggap normal. Namun, jika kolik juga disertai gangguan pertumbuhan dan perkembangan maka orang tua perlu waspada.

2. Konstipasi

Konstipasi merupakan kondisi dimana anak kesulitan buang air besar. Biasanya anak akan beraktivitas seperti biasa tanpa merasa terganggu. Namun hal ini perlu diwaspadai karena bisa berpengaruh buruk bagi kesehatan. Orang tua harus cermat mengawasi frekuensi BAB pada anak.

3. Regurgitasi atau Refluks

Regurgitasi lebih dikenal akrab dengan istilah gumoh. Gumoh memang sering terjadi pada anak-anak terutama pada bayi. Namun gumoh perlu diwaspadai jika dibarengi dengan penurunan berat badan. Jika gumoh juga disertai batuk dan asma maka orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter.

4. Diare

Kebalikan dari konstipasi, diare merupakan kondisi dimana anak akan terus menerus buang air besar. Bentuk feses juga tidak normal karena terlalu cair dan anak biasanya akan merasakan sakit perut. Diare bisa berakibat fatal karena bisa menyebabkan dehidrasi sehingga harus segera diatasi.

5. Hiccup atau Cegukan

Cegukan mungkin dianggap biasa saja. Namun jika cegukan terjadi terlalu sering pada anak maka orang tua perlu waspada terjadinya gangguan saluran pencernaan pada anak. Gejala ringan yang tampak biasa ini bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada anak.

Dengan mengenali tanda-tanda gangguan saluran pencernaan pada anak, diharapkan orang tua bisa secepat mungkin mengambil tindakan. Dengan begitu maka anak tidak akan terlalu lama merasa tidak nyaman dengan tubuh mereka. Berikan pertolongan pertama dan segera bawa anak ke dokter untuk dirawat.

Tidak sedikit gangguan pencernaan pada anak yang ditandai dengan gejala yang biasa atau bahkan terlihat normal. Maka dari itu, seringkali orang tua membiarkan gejala tersebut sehingga gangguan pencernaan pada anak menjadi semakin parah. Supaya hal ini tidak terjadi maka orang tua harus banyak mencari tahu dan berkonsultasi.

Tanda yang paling mudah untuk dikenali biasanya adalah status berat badan. Jika berat badan terus menurun maka orang tua patut curiga bahwa terjadi gangguan pencernaan pada anak. Berat badan yang terus menurun bisa berdampak negatif dan menyebabkan pertumbuhan serta perkembangan anak menjadi terhambat.

Jadi, para orang tua jangan ragu untuk bertanya kepada ahli mengenai gejala-gejala yang ditunjukkan oleh anak. Anda patut curiga sedari dini agar tidak terjadi gangguan saluran cerna yang semakin parah pada anak.

0 comments:

Post a comment