Tahapan Perkembangan Anak : Pentingnya Tidak Meremehkan Impian Si Kecil

, , No Comments
Pentingnya tidak meremehkan impian si kecil
Tahap perkembangan anak sangat menarik untuk terus diikuti. Selain menjadi keharusan, hal ini penting untuk mengetahui setiap tahap perkembangan yang berhasil dilalui si kecil. Usai mengetahui fase tahapan perkembangan anak tersebut memudahkan Anda untuk mulai mengenali potensi yang dimiliki si kecil.

Potensi anak sebaiknya memang dikenali sejak usia dini. Tujuannya tidak lain adalah untuk mempermudah Anda memberi pengarahan pada si kecil. Berangkat dari sinilah diharapkan Anda sebagai orang tua mampu menghargai impian si kecil.

Ya, penting bagi para orang tua untuk tidak meremehkan impian si kecil. Sama halnya seperti orang dewasa yang membutuhkan dukungan saat mempunyai cita-cita, anak-anak justru membutuhkan lebih banyak dukungan dari Anda. 

Peran orang tua dalam mendukung impian si kecil sangatlah besar, apalagi pada usia ini anak belum bisa memotivasi diri mereka sendiri layaknya orang dewasa yang sudah mengenali motivasi internal. Sebagai bentuk dari kesadaran tentang pentingnya tidak meremehkan impian si kecil, ada baiknya Anda memperhatikan hal berikut ini untuk mendukung si kecil meraih impiannya.

Jadi role model untuk anak

Anak adalah peniru ulung, dan hal ini akan berlaku sampai kapan pun. Oleh karena itu, pastikan Anda memberikan contoh yang baik untuk anak. Apalagi setiap harinya anak akan menghabiskan banyak waktu bersama Anda. 

Selalu tunjukkan sikap positif dan optimis di depan anak-anak. Dengan hal sederhana ini secara tidak langsung Anda telah melatih si kecil untuk selalu bersikap optimis. Jangan lupa membangun lingkungan yang positif ya!

Jadi support system untuk anak

Sesekali anak akan menemui kesulitan dalam meraih impiannya. Hal ini wajar, sebab orang dewasa pun juga merasakan keterpurukan seperti ini. Saat berada di titik jenuh seperti ini pastikan Anda menjadi support system untuk si kecil.

Ketika anak memandang suatu kesulitan sebagai penghalang yang besar atau menjadi tanda ia harus berhenti berusaha. Maka tugas Anda adalah mengajak anak untuk berpikir sederhana guna mengubah persepsi negatif tersebut.

Misalnya ketika anak kesulitan memasukkan bola ke ring basket, Anda bisa mengingatkan tentang keberhasilan anak. Seperti, Adek ingat kan dulu sewaktu belajar naik sepeda sering jatuh sampai kakinya lecet? Tapi adek tetep semangat belajarnya. Sampai akhirnya sekarang udah pinter naik sepedanya. Jadi jangan menyerah ya, kan ada bunda yang temenin disini.  

Selalu ajarkan anak untuk realistis

Benar, Anda harus selalu menjadi support system bagi anak. Hanya saja, pada situasi tertentu Anda tetap harus melatih anak untuk bersikap realistis. Sikap ini diharapkan bisa membuat anak memahami adanya sebab-akibat hingga sebuah resiko yang mungkin saja timbul karena si kecil.

Misalnya ketika anak naik sepeda dan terjatuh lalu lecet pada tangan atau kakinya, maka Anda harus memberikan penjelasan yang realistis. Seperti, Bunda tahu adek sedih kakinya lecet, tapi itulah resikonya apabila adek ga hati-hati naik sepedanya. Besok lagi hati-hati ya!.

Jadi dalam hal ini Anda tidak perlu memberikan penjelasan dengan kata-kata penghibur yang sebenarnya hanya Anda gunakan untuk menutupi kelalaian anak. 

Demikianlah 3 sikap yang perlu Anda perhatikan untuk mendukung si kecil dalam mengembangkan potensi dan meraih impiannya. Tidak perlu memaksa si kecil untuk terlalu ngoyo memperjuangkan impiannya. Cukup temani anak berproses dan dampingi setiap tahap perkembangan anak. Kebersamaan dan peran Anda dalam menemani setiap fase pertumbuhan dan perkembangan si kecil akan menjadi semangat tersendiri bagi anak.

0 comments:

Post a comment