Mengukir Identitas dengan Timnas Indonesia

, , No Comments
Timnas U22 Menerima Tropy Piala AFF
Tahun ini target dan harapan seluruh warga Indonesia telah tercapai. Menjadi juara piala AFF U-22 sudah tertulis dalam sejarah, meskipun sebatas ajang perlombaan sepak bola tingkat Asia. Namun warga Indonesia yang haus akan Timnas kebanggaannya tersebut mendapatkan prestasi sudah tidak terbendung lagi. Setelah tahun 2016 kalah oleh timnas Thailand di laga puncak piala AFF Suzuki. Sejatinya, jadwal pertandingan sudah berpihak pada mereka, itu terbukti ketika Timnas Indonesia berhasil mengantongi kemenangan 2-1 di leg pertama di kandang sendiri di Stadion Pakansari Bogor. Namun kurang beruntung. Pada leg kedua, timnas Thailand seperti bermain dengan 12 pemain dengan dukungan total dari warganya, mereka mendominasi pertandingan dan akhirnya berhasil menjadi juara. 

Sepak Bola Sebagai Identitas

Identitas identik dengan konsep diri dan secara sosial dapat berfungsi sebagai diferensiasi dari orang lain. Suatu identitas menjadi melekat dalam diri seseorang melalui proses yang panjang. Karena itu suatu identitas selalu dapat dirujuk pada suatu yang membentuknya. Seperti adanya reference group atau significant others bagi seseorang tersebut. Contohnya seperti negara Brazil. Negara dengan julukannya negara samba tersebut, telah berhasil membawa pulang 5 trofi piala dunia. 

Brasil telah membentuk identitas baru dengan 5 kali menjadi juara dunia. Ini dikarenakan mayoritas orang akan mempresentasikan Brasil sebagai, siapakah brasil di sepakbola? Bagaimana Brasil di sepakbola? Dalam pengertian ini, identitas merupakan sebuah konsep eksplorasi. Di mana eksplorasi tersebut telah membentuk komitmen. Komitmen dapat diukur jika elemen identitas berfungsi mengarahkan tindakannya dan tidak membuat perubahan yang berarti. Inilah yang sudah dilakukan Brasil yang menjadikannya sebagai negara sepak bola.

Pahlawan di Negaranya, Penjahat di Negara Lain 

Ketika di sekolah dulu, saya diceritakan tentang kisah “pahlawan” sepak bola negara Argentina dalam final piala dunia 1986. Guru sekolah saya menganggap itu adalah cerita yang hebat tentang seorang seorang atlet yang dilahirkan dengan keputusasaan dan bakat yang diturunkan langsung oleh Tuhan. Ayah saya yang seorang penggemar bola tidak melihat Maradona sebagai seorang pahlawan. Dia menyebut Maradona sebagai seorang penjahat atau bandit. Maradona mungkin sudah lama pensiun, tetapi para penggemarnya khususnya warga Argentina masih tetap memujanya.

Peran Maradona (atau sepak bola dalam arti luas), memiliki kemampuan mengintegrasikan sebuah cabang olahraga menjadi sebuah identitas yang melekat dalam sebuah negara. Secara sosial, sepakbola mampu mempertemukan berbagai latar belakang sosial dalam suatu identitas berbagai negara, bahkan hingga menjalin persahabatan negaranya dalam hubungan internasional. Inilah peran penting Timnas Indonesia untuk seluruh warga Indonesia.

Ada Suatu Kebutuhan Dalam Negara Indonesia

Timnas Indonesia menjadi juara piala AFF U-22 tahun ini. Para fans sepak bola memakai jersey timnas yang mereka pakai untuk merayakan keberhasilan timnasnya dalam mengisi lemari yang sedang krisis trofi. Jersey tersebut dikenakan sebagai simbol kejayaan timnas indonesia dan memiliki nilai sejarah tersendiri bagi warganya. Di banyak tempat di Indonesia, rasa bangga pada timnasnya diluapkan hingga ruang sosial lainnya, seperti Mall, kampus, hingga tempat ibadah. Di satu sisi, jersey tersebut sangat jarang dipakai fansnya (atau warganya) pada keadaan dimana timnas belum mendapatkan gelar tersebut. Karena itu, pada sebuah jersey bisa dikatakan sebagai simbol dan identitas seorang fans untuk merayakan suatu tim kesayangannya yang telah membuat sejarah.

Hal ini, mata dunia akan secara tidak langsung menganggap bahwa negara Indonesia diidentifikasi memiliki fans yang loyal dan bangga akan negaranya memiliki prestasi. Hal ini akan menjadi satu sikap sosial, dan menumbuhkan sifat patriotisme dalam seorang fans sepakbola maupun warga umumnya.

Kecintaan Warga Indonesia Terhadap Timnas

Di suatu warung sederhana, di ujung gang sempit, di satu kampung, di Indonesia. Terdapat “ritual” yang diselenggarakan setiap pertandingan pertandingan akbar atau pertandingan yang melibatkan timnas kesayangannya berjibaku mengukir sejarah. Kursi-kursi berjejer tidak rapi, dan terisi penuh oleh puluhan warga yang ingin menjadi saksi sejarah. Kadang, warga bernyanyi, hening, bersorak gembira, dan puncaknya hingga meneteskan air mata kesedihan ataupun kebahagiaan. Apa yang sebenarnya terjadi? Mereka mengenakan jersey kebanggaannya, keluar rumah, membiarkan angin malam bersetubuh dengan mereka untuk menjadi saksi di acara nonton bareng. Begitu cintanya mereka akan negara dan begitu mengharapkan tim kebanggaan mereka, Timnas Indonesia untuk mengukir sejarah.

0 comments:

Post a comment